Saturday, January 23, 2010

Menjadi Pengusaha Muda


Tadi siang, sehabis meeting untuk persiapan charter night di Menara Prodia dengan rekan-rekan dari organisasi sosial yang saya ikuti, saya ke Pameran Wirausaha Mandiri yang diselenggarakan oleh salah satu Bank di JCC. Ada banyak profile wirausahawan muda, usia sekitar 22 – 32 tahun, dengan jenis usahanya yang beragam dan berbeda satu sama lain. Ada sih satu dua yang core usaha atau bahan bakunya sama, tapi dari segi produksinya tetap berbeda. Dan ini yang menarik.

Mereka masih begitu muda. Tapi sanggup membuat satu usaha milik mereka sendiri yang unik, belum pernah ada atau sudah ada tapi masih jarang, dan khas. Dengan modal awal yang rata-rata tidak terlalu besar (bahkan ada yang modal awalnya hanya Rp 70.000 saja!) namun mampu menghasilkan keuntungan yang jauh berlipat-lipat.

Ada yang menggunakan bahan baku pisang untuk dibuat menjadi beraneka ragam kudapan pisang hijau, ada yang bergerak di bidang laundry yang kini bisnis franchise-nya tersebar di seluruh Nusantara (laundry langganan saya juga :D). Ada juga yang berwirausaha dengan memanfaatkan singkong yang diolah menjadi berbagai macam camilan yang gurih dan renyah, pembuatan yoghurt, industry kreatif berupa pembuatan baju ataupun website, juga ada yang memanfaatkan kotoran hewan ternak untuk usahanya.

Benefit yang mereka terima?

Beberapa sudah menembus angka milyaran untuk bisnis yang baru berjalan antara 2 – 3 tahun. Yang lainnya rata-rata berkisar dari angka jutaan – hingga ratusan juta. Jumlah pegawai atau franchise-nya juga membuat kagum. Ada yang sudah punya 20 outlet di 3 kota ataupun 600 outlet di 2 negara.

Kegigihan mereka memang patut menjadi inspirasi. Meski profile yang dikedepankan pihak penyelenggara di pameran tersebut adalah gambaran kesuksesan mereka semata, tapi saya yakin mereka pasti pernah mengalami masa-masa sulit di awal usahanya sebelum mendapatkan hasil seperti sekarang.

Bukankah tak akan ada hasil jika tanpa usaha dan perjuangan?

Peluang usaha sebenarnya melintas di sekeliling kita setiap saat. Namun hanya yang benar-benar siap yang bisa melihat dan mengubah peluang menjadi satu kesempatan berharga.

So, have you seen that?

0 comments: