Monday, March 1, 2010

Dunia Hanya Selebar Daun Kelor


Terkadang, dunia memang tampak hanya selebar daun kelor.

----------------------------------------------

Ceritanya waktu saya ke Pulau Tidung (untuk keperluan apa silahkan baca post sebelumnya :D).

Malam sebelum berangkat saya menginap di tempat teman masa kecil saya, Vivi, di daerah Salemba. Lama tidak bertemu, saya dan Dik Vivi (kebiasaan saya dan dia di masa kecil adalah kita saling memanggil 'dik' satu sama lain, tidak peduli siapa yang lebih tua :p) mengobrol tentang banyak hal. Ketika saya menceritakan tujuan saya menginap di kos-nya karena saya akan pergi ke Pulau Tidung dan janjian untuk pergi bersama beberapa orang di waktu subuh, spontan dia menebak pasti untuk keperluan hunting foto.

Lho kok tahu?

Menurut Dik Vivi, salah satu teman kantornya di Depsos juga akan berangkat ke Pulau Tidung untuk ikut hunting foto. Temannya itu bernama Harry, orang yang janjian dengan saya untuk bertemu keesokan harinya.

Dunia hanya selebar daun kelor yang kedua waktu malam Minggu kemarin (27/2). Karena kegerahan di penginapan, saya tergoda untuk keluar merasakan semilirnya angin pantai di malam hari. Di pantai, saya bertemu dan mengobrol dengan beberapa teman lain yang juga sedang di pantai. Salah satunya adalah Mas Munir. Sebelumnya saya sudah tahu kalau Mas Munir berasal dari Muntilan –satu Kabupaten dengan saya- tapi hanya itu yang saya tahu. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, baru lah kita tahu kalau saya dan Mas Munir mengenal 1 orang dan tempat yang sama di Yogyakarta sana.

Kebetulan yang ketiga adalah waktu saya akan menginvite salah satu teman dari rombongan di Pulau Tidung itu. Namanya Mas Dana. Waktu saya lihat profile pic-nya, ada comment dari Dinda, teman akrab saya semasa di Global Radio Bandung. Ternyata Mas Dana juga akrab dengan Dinda. Halah, betapa dunia ini memang sempit.

Bukan hanya sekali dua kali sih saya mengalami kejadian seperti ini. Dan momen-momen seperti itu selalu menyenangkan buat saya :).

Sebenarnya bukan hal yang aneh juga sih. Semakin banyak orang yang kita kenal dan semakin luas pergaulan kita, pasti akan semakin sering pula kita mengalami kejadian seperti ini.

So yuk ah, membuka diri untuk sebuah pertemanan, dengan teman-teman yang baik tentunya :).

0 comments: